Era Elektrifikasi, Shell Kembangkan Pendingin Baterai Kendaraan Listrik

Dani M Dahwilani
Shell mengungkapkan kendaraan listrik masih membutuhkan pelumas pada beberapa komponen serta pendingin baterai, cooling fluid. (Foto: Dok iNews.id)

"Tahun ini, kita sudah meluncurkan Immersion Cooling Fluid. Jadi, pusat data itu selama ini servernya didinginkan pakai AC dan itu menyerap energi listrik yang sangat besar. Jadi, teknologi terbaru, pusat data itu servernya dicelup ke dalam cairan, dan itu mengurangi jumlah energi AC yang digunakan," ujarnya.

"Kita harus melihat industri pergerakannya ke arah mana. Evolusi pergerakan produk adalah menjadi kunci bagi Shell untuk terus berkelanjutan ke depan," kata Arie.

Di sisi lain, dia mengungkapkan Shell Indonesia merupakan salah satu market dengan pertumbuhan terbesar dilihat secara global dari sisi baik dari sisi otomotif maupun mining. Sebab itu perusahaan membangun pabrik pelumas dan grease (gemuk) besar di Indonesia.

"Kita punya pabrik dengan kapasitas hampir 300 juta liter di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Kita juga membangun pabrik manufaktur gemuk (Grease Manufacturing Plant/GMP) di Indonesia dengan kapasitas 12 juta liter per tahun," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
2 hari lalu

Kendaraan Listrik Bebas Pajak di Jakarta, AEML Ungkap Dampak Berantai

Mobil
2 hari lalu

Volkswagen ID. Buzz Eclipse Edition Meluncur di Indonesia, Intip Ubahannya

Mobil
2 hari lalu

5 Fakta Insentif Mobil Listrik, Nomor 3 Mengejutkan

Mobil
3 hari lalu

Akselerasi Kendaraan Listrik, Indomobil Kumpulkan Brand EV dalam Satu Atap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal