Zita menerangkan, dirinya memilih mengawal dari dalam. Meski begitu, kata Zita, menyerukan perubahan itu hak setiap warga, asal bukan dengan kebencian dan hoaks.
"Pink dan hijau bukan musuh, jangan saling menyalahkan sesama rakyat. Perbedaan cara adalah hal biasa, yang luar biasa adalah ketika kita tetap berdiri di sisi rakyat, meski lewat jalan yang tak selalu sama," kata Zita Anjani.
Sebagai informasi, gerakan ini bukan sekadar warna, tapi simbol keberanian dan solidaritas masyarakat Indonesia.
Brave Pink lahir dari keberanian seorang ibu bernama Ana. Dia sempat viral gegara berani berorasi di depan aparat sembari. Di momen itu, Ibu Ana mengenakan hijab berwarna pink.
Sementara, Hero Green adalah warna helm Affan Kurniawan, driver ojol yang dilindas mobil rantis Brimob pada Kamis, 28 Agustus 2025. Warna ini dimaknai sebagai simbol harapan dan perjuangan yang tumbuh dari kehilangan.
Kedua warna ini yang kemudian dipakai warga sebagai bentuk solidaritas warga jaga warga. Tidak heran banyak pengguna media sosial menggunakan dua warna tersebut untuk mengekspresikan diri di ruang digital.