Waspada, Potensi Karhutla di Sumatera, Jawa hingga Papua dalam Sepekan Kedepan

Binti Mufarida
Kebakaran hutan dan lahan. (Foto Antara).

Tak hanya itu, dia menyoroti urgensi pemahaman mendalam terhadap dinamika cuaca yang tidak stabil tersebut, sebagai dasar untuk mengembangkan strategi penanggulangan yang efektif dan proaktif.

“Data BMKG dan data klimatologi global menunjukkan bahwa laju kenaikan suhu lokal dan global dapat melonjak lebih tinggi jika tidak ada mitigasi yang tepat. Bahkan, kekeringan dan bencana hidrometeorologi yang saat ini terjadi hanyalah awal dari rangkaian bencana iklim yang diprediksi akan terus meningkat dalam intensitasnya,” kata Dwikorita.

Pada kesempatan itu, Dwikorita mengatakan kolaborasi antara BMKG, berbagai lembaga terkait, dan pemerintah daerah akan menjadi pondasi kuat bagi peringatan dini yang lebih efektif. Kolaborasi ini akan memperkuat sistem peringatan dini, memantau perubahan cuaca secara real-time.

“Harapan terbesarnya adalah bahwa upaya bersama ini akan membawa dampak positif bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem,” pungkasnya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
3 jam lalu

Nikah hingga Honeymoon di Satu Tempat Jadi Pilihan Pasangan Muda, Ini Alasannya!

4 jam lalu

Tren Baru Bleisure, Meeting Sambil Healing di Bali

8 jam lalu

Gempa Terkini M5,6 Guncang Gayo Lues Aceh, Berpusat di Darat

2 hari lalu

Mentan soal Heboh Isu Tanah Papua Dijual Rp100.000 per Hektare: Fitnah yang Sangat Kejam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal