dr Prima Yosephine juga mengungkap demam dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada kelompok usia produktif dan lingkungan kerja. Pencegahan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari edukasi, pengendalian vektor, hingga kolaborasi lintas sektor.
“Saat ini, Kementerian Kesehatan juga tengah menyiapkan tindak lanjut dari Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) ke dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) sebagai langkah penguatan implementasi ke depan,” katanya.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht mengungkap tempat kerja memiliki potensi menjadi lokasi risiko penularan demam dengue apabila tidak dikelola secara optimal, sehingga diperlukan langkah-langkah yang sistematis dan terintegrasi dari pihak perusahaan.
Untuk itu, perlu diwujudkannya penerapan higiene dan sanitasi di lingkungan kerja. “Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan kerja. Karena itu, kesiapsiagaan perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang konsisten, bukan hanya kesadaran,” katanya.