Pada skala meso atau menengah, BMKG mengungkapkan sirkulasi siklonik juga mempengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia.
Sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudra Pasifik utara Maluku Utara, Selat Makassar, Samudera Hindia Barat Aceh, dan Samudera Hindia Barat Sumatera Barat membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Perairan utara Maluku Utara, Perairan barat Aceh, Perairan barat Sumatera Barat.
Selain itu, diperkirakan terbentuk juga daerah konvergensi lainnya yang memanjang dari Selat Malaka hingga Perairan Timur Aceh, dari Sumatera Barat hingga Sumatra Utara, dari Perairan Selatan Jawa Timur hingga Jawa Tengah, dari Perairan Utara NTT hingga NTB, serta dari Laut Banda hingga Sulawesi Tengah.
“Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” pungkasnya.
Potensi hujan dalam sepekan ke depan periode 1—7 Mei 2026:
Periode 1 – 3 Mei 2026 Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut: