Fakta ini bukan sekadar pengamatan, tetapi juga didukung data. Sekitar 60 persen pekerja di sektor pariwisata Indonesia adalah perempuan, angka yang menunjukkan betapa dominannya kontribusi mereka.
Melihat potensi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata terus memperkuat pendampingan bagi pelaku wisata, terutama di desa-desa. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih kokoh.
Bagi Ni Luh, masa depan pariwisata Indonesia tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga pada kualitas pengelolaan dan keberlanjutan. Ia menegaskan bahwa keduanya harus berjalan beriringan.
Ketika pariwisata dikelola dengan baik dan berkelanjutan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh wisatawan, tetapi juga langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
"Pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan akan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Indonesia," tegasnya.