“Benar, mereka sudah lama tidak akur. Pihak desa sudah beberapa kali memediasi. Jadi tidak bisa dipastikan perceraian ini karena status PPPK atau bukan,” ujar Aswalun.
Dia menambahkan, pasangan tersebut sering berselisih karena masalah ekonomi dan ego yang tinggi dari kedua belah pihak.
Kisah ini juga menarik perhatian Gerakan Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA). Wakil Ketua Umum GERMAS PPA, Ricka Parlina, menyatakan siap memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada Imelda Safitri.
“Kasus ini tidak hanya menyangkut urusan rumah tangga, tapi juga moral dan tanggung jawab sosial. Kami akan mendampingi korban agar mendapatkan keadilan,” katanya.
Dalam 24 jam setelah diunggah, video Imelda sudah dibagikan lebih dari 5.000 kali dan dikomentari ribuan warganet.