Viral Diplomat Jerman Datangi Markas FPI, Akun Kedubes Diserbu Netizen: Jangan Ikut Campur

Tim MNC Portal
Seorang diplomat Jerman berkunjung ke Markas FPI di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Akun media sosial Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia diserbu netizen seusai seorang diplomat negara itu mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI). Warganet ramai-ramai menuntut klarifikasi atas kunjungan tersebut.

Pantauan di akun Instagram Kedubes Jerman untuk RI, @germanembassyjkt, netizen membanjiri kolom komentar. Banyak juga yang mengingatkan agar Jerman tak ikut campur urusan dalam negeri Indonesia.

Pemimpin FPI Habib Rizieq Shihab. (Foto: Sindonews).

“Tercyduuukk!!!,” tulis akun Denzel Hu, dikutip Minggu (20/12/2020). 

“Gak usah ikut campur urusan negara orang Anda!!!,” kata akun Paryati Parmin. Hal senada dilontarkan akun Wahid Abdulrachman. Dia menyebut Jerman merupakan tamu Indonesia sehingga tidak perlu bersikap yang bisa memancing permusuhan. "Anda ini tamu di negara kami,,,,, jadi jangan ikut campur masalah dalam negeri kami," ucapnya.

Sementara akun Mommy Martha menyebut Kedubes Jerman kini sedang dalam sorotan. Gara-gara viral foto utusan mereka ke Petamburan, semua menuntut klarifikasi Pemerintah jerman. “Mata seluruh rakyat Indonesia sekarang sedang tertuju pada Anda,” ujarnya.

Diplomat Jerman Datangi Markas FPI

Foto yang menunjukkan seseorang menggunakan mobil dinas Kedubes Jerman mendatangi Markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Menurut FPI, diplomat itu berkunjung untuk mengetahui lebih jauh mengenai FPI, organisasi masyarakat Islam yang didirikan Habib Rizieq Shihab dan sejumlah koleganya.

Kementerian Luar Negeri Indonesia sejauh ini masih mengumpulkan informasi terkait foto tersebut. Kemlu juga belum dapat memastikan apakah akan memanggil dubes Jerman terkait hal ini.

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Arry Bainus menganggap tidak ada hal aneh dari kedatangan diplomat Jerman ke Markas FPI. Hal tersebut lazim dilakukan ketika negara lain ingin mencari tahu atau menggali informasi lebih dalam tentang suatu peristiwa.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Buletin
10 hari lalu

4 WNI Disandera Perompak Somalia, Pemerintah RI Bergerak Upayakan Penyelamatan

Nasional
25 hari lalu

Penjelasan Kemlu usai Surati Kemhan soal Isu Pesawat Militer AS Bebas Terbang di RI

Nasional
31 hari lalu

Pemerintah Terima Temuan Awal PBB soal 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Desak Usut Tuntas

Nasional
31 hari lalu

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Akhiri Konflik Permanen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal