Namun, polisi belum membeberkan hasil pemeriksaan terhadap para saksi tersebut. Sebabnya, hingga kini polisi pun masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya dalam kasus kecelakaan tersebut.
Diketahui, insiden bermula saat taksi Green SM terhenti di tengah pelintasan sebidang Jalur Pelintasan Langsung (JPL) 85 kawasan Bulakkapal. Rangkaian KRL arah Jakarta pun menabrak taksi tersebut.
Petugas lalu memberhentikan rangkaian KRL lain yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. KRL itu berada di jalur yang sama dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Akan tetapi, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti dan menabrak bagian belakang KRL tersebut.
Berdasarkan data terkini, sebanyak 16 orang tewas akibat insiden tersebut. Sedangkan, 90 orang lainnya luka-luka.