Schwarzenberger menegaskan, kebiasaan pengguna saat ini adalah memilih platform terlebih dahulu sebelum mengikuti kreator.
"Kenyataannya, orang-orang mengunjungi platform terlebih dahulu sebelum mencari kreatornya," imbuhnya.
Artinya, meski kreator 'dibajak' ke Facebook, belum tentu para penggemarnya akan ikut berpindah.
"Mereka mungkin juga akan mendapatkan konten yang sama di TikTok, Instagram, dan platform lain yang benar-benar mereka gunakan," lanjutnya.
Meski terkesan besar, tawaran Facebook justru dinilai kurang menarik bagi kreator papan atas.