Adapun upacara penghormatan itu dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan Nasional dan Angkatan Bersenjata Lebanon Brigjen Maroun Azzi, dan perwakilan kontingen Indonesia untuk UNIFIL Kolonel Allan Surya Lesmana.
Diketahui, Kopda Rico Pramudia (31) gugur setelah mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr. Dia sempat dirawat selama hampir sebulan di salah satu rumah sakit di Beirut.
Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI yang bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir.
Prajurit TNI yang lebih dulu gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat serangan artileri pada 29 Maret dalam peristiwa yang mengakibatkan Kopda Rico terluka.
Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
Rangkaian serangan yang terjadi pada 29-30 Maret dan 3 April tersebut juga menyebabkan 7 tentara TNI terluka.
Selain Indonesia, Prancis turut kehilangan dua prajuritnya yang bertugas bersama UNIFIL di tengah eskalasi ketegangan di Lebanon selatan usai patroli mereka diserang pada 18 April lalu.