Kondektur mencoba masuk ke dalam kereta tersebut tetapi tidak memerintahkan untuk menghentikan kereta. Juru langsir melapor ke Djamhari, KA 225 sudah berangkat tanpa izin. Dia langsung bergegas menggerakkan tuas sinyal masuk pihak Kebayoran tetapi tidak berhasil menghentikan kereta api.
Djamhari saat itu berlari di tengah rel sembari mengibarkan bendera merah ke arah KA 225 tetapi gagal menghentikan kereta. Djamhari kembali ke Stasiun Sudimara dalam keadaan pingsan.
Tiba-tiba, masinis 225 terkejut melihat KA 220 telah berada di depan mata. Tabrakan tidak terhindarkan meskipun telah menarik tuas rem.