Temuan lain yang menjadi perhatian adalah dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Satu di antaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam penyerangan tahun lalu. Sementara satu lainnya diduga milik petugas keamanan dalam kasus pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Brigjen Faizal Ramadhani mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpengaruh informasi yang belum resmi. Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan. Penegakan hukum ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga ketertiban,” ujarnya.
Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman sekaligus memburu para pelaku yang melarikan diri. Operasi penegakan hukum disebut akan terus dilakukan secara terukur dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.