Selain itu, dia juga mengecek langsung rangkaian protokol kesehatan yang diterapkan di Gereja Katedral. Pengecekan mulai dari pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi hingga kapasitas jemaat yang melaksanakan ibadah secara langsung.
Dia juga sempat berdialog bersama perwakilan pihak gereja terkait pengaturan prokes para jemaat yang hadir secara langsung. Setelah berbincang, dia mengikuti penerapan prokes, dengan melakukan cuci tangan sebelum memasuki dua gereja yang dikunjunginya.
"Melihat bagaimana pelaksanaan dalam hal menyelenggarakan rangkaian prokes mulai dari proses masuk kemudian penggunaan aplikasi PeduliLindungi sampai dengan pengaturan kegiatan di dalam Gereja. Sebagaimana diatur bahwa saat ini dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen dan sisanya dilaksanakan secara virtual," ucapnya.
Menurutnya, penguatan prokes sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus aktif virus corona setelah periode Natal dan Tahun Baru. Apalagi, kata dia pada tahun sebelumnya terjadi penambahan kasus Covid-19 usai masa libur akhir tahun tersebut.
Dia menyampaikan, hal itu harus dijadikan pembelajaran dan evaluasi agar hal yang serupa tidak kembali terulang. Dengan begitu, tren positif pengendalian Covid-19 yang dewasa ini sudah baik dapat dipertahankan meskipun usai Nataru.