"Akses warga tertutup, kalau ada warga yang meninggal, sakit, lahiran bagaimana? Ini tidak dipikirkan oleh CMNP. Ini zalim. Saya bilang, saya akan lawan sampai kapanpun CMNP," katanya.
Lebih lanjut, dampak proyek CMNP yang ia sebut zalim ini, kini warga hanya diberikan akses jalan satu motor yang dulunya bisa dilalui dua mobil. Dia berharap CMNP memikirkan akses jalan untuk warga.
Selain itu, pedagang UMKM yang sebelumnya bisa berjualan juga sudah digusur akibat proyek tol tersebut. Ada juga warga yang kini sudah tidak berjualan lantaran akses tertutup.
Sementara itu, LMK RW 013 Endang Wijaya Diharja menegaskan bahwa pihak CMNP tidak pernah melakukan sosialisasi terkait penutupan akses jalan utama warga RW 013.
"Kalau untuk penutupan jalan tidak ada sosialisasi. Hanya pada waktu itu sosialisasi akan ada pembongkaran saja dan penutupan.
Bahkan, saya sebagai LMK juga kaget, kok tiba-tiba jalan sudah ditutup total," ujar Endang.