"Kita ajak kondusif, tidak usah terbawa provokasi, terbawa emosi. Kita harus bersama menjaga pembangunan, tidak ada lagi mengatasnamakan golongan, agama," ujarnya, Kamis (24/7/2025) dini hari.
Dia membenarkan adanya korban luka dalam insiden ini. Namun untuk jumlah masih pendataan.
"Ada gesekan dan ada korban yang sudah dirawat di rumah sakit. Jumlah korban masih didata, kami belum dapat laporan pasti," katanya.
Menurutnya, para korban langsung dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Polisi kini fokus menyelidiki pemicu utama kerusuhan. Dugaan awal mengarah pada provokasi saat kelompok penolak mendekati lokasi pengajian.
Hingga Kamis pagi, aparat masih berjaga di beberapa titik rawan bentrok di Desa Pegundan. Langkah antisipatif dilakukan untuk mencegah konflik susulan. Sementara itu, panitia pengajian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.