"Kita belum menemukan batu bata yang utuh, makanya saya belum bisa menyimpulkan ini dari era apa. Tapi kalau dari ukuran yang besar dengan panjang 46 sentimeter itu di situs - situs sebelumnya itu era Sindok," ucapnya.
Justru, lanjut dia dari penggalian ini, tim BPK Wilayah XI dibantu warga sekitar, serta komunitas pemerhati budaya menemukan koin-koin diduga kuno. Tapi koin itu apakah masa era kerajaan atau masa kolonial Hindia Belanda, ia belum mengetahuinya.
"Kita menemukan uang koin tapi koinnya juga bukan koin ini kita belum ngecek lagi, karena kan masih kotor, belum dibersihkan, karena harus dibersihkan, terus kita bisa tahu itu uang dari zaman apa, apa Republik Indonesia apa Belanda, apa era kerajaan, kayak gitu, jadi belum diketahui," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga dihebohkan dengan penemuan struktur bangunan diduga candi. Batu bata itu ditemukan dalam gundukan tanah yang digali sedalam kurang lebih satu meter, dengan diameter lebar 2,5 meter, pada Sabtu 7 Juni 2025 lalu.
Tampak batu bata itu ditemukan dalam ukuran yang besar - besar, dengan 10 x 20 sentimeter, dengan ketebalan 10 - 12 sentimeter. Sementara di sekitar area penggalian juga ditemukan sejumlah batu bata berserakan dengan ukuran besar.
Bahkan dari bebatuan itu ada batu andesit dengan terdapat seperti tulisan yang diukir menyerupai huruf Jawa kuno. Beberapa temuan di antaranya gerabah hingga pecahan batu bata lain juga ditemukan warga sekitar di sekitar kawasan dengan radius 500 meter.
Lokasinya berada di sekitar perkebunan jeruk Dusun Bendungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, yang juga dinamakan warga sebagai Situs Balekambang.