Tak lupa, Sudarmi pun turut mendoakan Prabowo agar senantiasa sehat selalu, banyak rezeki dan semakin jaya memimpin bangsa Indonesia.
“Semoga Pak Presiden sehat selalu banyak rezeki, semoga makin jaya Pak Presiden,” ujar dia.
Kompleks Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi. Museum ini terdiri atas dua bangunan utama, yakni gedung museum dan rumah singgah.
Di museum ini, sejumlah koleksi pribadi Marsinah terpajang mulai dari sepeda onthel yang digunakannya semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh. Barang-barang itu menuturkan perjalanan hidup Marsinah, dari masa kecilnya di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo.
Museum ini bukan sekadar tempat menyimpan kenangan. Rumah singgah yang ada di kompleks yang sama disiapkan sebagai tempat istirahat gratis bagi para buruh yang datang berziarah ke makam Marsinah setiap peringatan Hari Buruh, 1 Mei.
Dengan empat kamar tidur, dapur, dan ruang tamu, fasilitas ini mencerminkan semangat solidaritas yang selama ini menjadi roh perjuangan buruh Indonesia. Museum Marsinah pun dirancang bukan hanya sebagai ruang pamer, melainkan sebagai pusat edukasi dan titik temu bagi gerakan buruh dari seluruh penjuru negeri.
Sebuah prasasti besar bertuliskan nama presiden telah terpasang di teras museum, menandai betapa pentingnya tempat ini sebagai penghormatan negara atas jasa Marsinah. Kehadiran museum ini juga diharapkan dapat mengangkat Desa Nglundo sebagai destinasi wisata edukasi, sekaligus menjaga agar nama dan perjuangan Marsinah terus hidup dalam ingatan bangsa.