“Lingkungan juga diajak untuk merayakan. Belas kasih harus diberikan tidak hanya kepada sesama manusia tetapi juga kepada lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Darwin Darmawan, menekankan pentingnya solidaritas dan persatuan dalam keberagaman Indonesia.
“Keanekaragaman di Indonesia harus menjadi harapan baru untuk mewujudkan kasih dan damai sejahtera. Kami mengajak umat dan gereja untuk menjadi agen perubahan positif melalui pelayanan kasih kepada masyarakat,” ujar Pendeta Darwin.
Sementara itu, Sekretaris Komisi KWI, Romo Diakon Frans Adi Kristi Prasetya, menegaskan bahwa Natal adalah momen untuk memperkuat hubungan antarumat beragama. “Natal mengajak kita untuk peduli pada masyarakat yang kurang beruntung dan juga terhadap krisis lingkungan yang mengancam umat manusia,” tuturnya.
Pemerintah melalui Kementerian Agama mendukung Perayaan Natal Nasional ini. Dirjen Bimas Katolik, Suparman Sirait, menegaskan bahwa acara ini merupakan kesempatan untuk memperkuat kerukunan nasional. “Toleransi dan kerukunan antarumat beragama adalah modal sosial bangsa. Pemerintah sepenuhnya mendukung kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman,” ujarnya.