"Pertama kali, apa yang terjadi dengan kesepakatan nuklir, JCPOA, yang kami miliki bersama Amerika Serikat dan lima negara lainnya? Mereka keluar begitu saja secara sepihak," kata dia.
"Kedua kali, kami berbicara dengan mereka, kami mengadakan lima kali, lima putaran negosiasi, dan Menlu Oman selaku mediator netral menyampaikan bahwa negosiasi berjalan sangat baik dan kita akan menulis kesepakatannya, namun setelah lima putaran negosiasi tersebut, kami diserang lagi," tuturnya.
Ketiga, kata Boroujerdi, pihaknya bernegosiasi dengan AS. Tetapi, kata dia, saat hendak mencapai kesepakatan, Iran diserang oleh Israel dan AS.
"Jadi, kali ini kami tetap... kami mencoba berada di pihak yang baik, namun kami tidak mempercayai siapa pun. Kami siap, angkatan bersenjata kami siap menghadapi segala bentuk serangan, segala bentuk pengkhianatan terhadap negosiasi. Namun kami tetap melangkah, kami masih terus melangkah karena kami tidak ingin mempercepat ketegangan di kawasan ini," ujarnya.