Lebih lanjut, Bahlil menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap berbagai kendala yang menghambat investasi mulai dari regulasi yang berbelit hingga oknum di internal birokrasi yang memperlambat proses.
Dia menambahkan energi merupakan sektor vital yang tidak bisa ditangani secara biasa. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk bekerja dengan ritme yang lebih cepat dan responsif.
Bahlil menilai, langkah tegas ini diharapkan dapat memberikan sinyal kuat kepada investor bahwa pemerintah Indonesia serius dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, khususnya di sektor energi yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional.
"Kami menganggap (energi) ini sangat penting. Di tengah kondisi kayak begini, ini dibutuhkan survival mode. Tidak ada kata untuk memperlambat. Hanya ada satu kata, mempercepat," pungkasnya.