"Kami menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil," tulis S&P dalam dokumen laporannya.
S&P memberikan catatan analisis penurunan minor pada sejumlah indikator ekonomi makro Indonesia saat ini, baik dari sektor internal fiskal maupun ketahanan eksternal, hanya merupakan draf pelemahan jangka pendek yang bersifat temporer.
S&P juga optimistis draf kinerja keuangan negara akan kembali mencatatkan pemulihan serta penguatan dalam kurun beberapa tahun ke depan seiring dengan membaiknya harga komoditas ekspor.
"Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam juga diperkirakan akan memperkuat pendapatan negara dalam jangka menengah, terutama apabila perubahan kebijakan menjadi lebih dapat diprediksi dan dieksekusi dengan baik," pungkas S&P dalam laporannya.