Kehidupan sosial dibentuk oleh waktu dan tempat, sehingga perubahan dimungkinkan untuk terjadi kapan pun dan dimana pun. Lalu sosiologi hadir sebagai ilmu yang mempelajari semua hal tersebut.
Ilmu pengetahuan, termasuk sosiologi pada dasarnya bersumber dari filsafat yang dianggap sebagai induk dari ilmu pengetahuan. Sehingga seiring berkembangnya zaman, ilmu pengetahuan lainnya memisahkan diri.
Sosiologi sendiri secara resmi memisahkan diri pada abad ke-19 yang ditandai dengan terbitnya tulisan miliki Auguste Comte, dengan judul Positive Philosophy.
Terbit pada tahun 1842, tulisannya itu mengukuhkan Comte sebagai bapak sosiologi. Selain itu, terdapat beberapa kekuatan sosial yang berperan dalam pengembangan ilmu sosiologi, seperti peristiwa politik yang terjadi Eropa.
Salah satu yang memicu perkembangan sosiologi adalah revolusi Perancis pada tahun 1789, yang memotivasi para ahli untuk mempelajari perubahan yang terjadi pada masyarakat. Selain mengubah tatanan politik, revolusi juga membawa dampak besar pada masyarakat.