Sivitas Akademika Kritik Jokowi, Tagar Kampus Bergerak Trending Topic di Medsos X

Agung Bakti Sarasa
Guru Besar dan alumni Universitas Indonesia (UI) mengkritik kondisi demokrasi di Tanah Air (foto: MPI)

BANDUNG, iNews.id - Tagar #KampusBergerak memuncaki trending topic di media sosial (medsos) X atau dulu disebut Twitter pada Jumat (2/2/2024). Tagar tersebut sudah mencapai 21.600 lebih cuitan. 

Isi postingan dengan tagar #KampusBergerak mayoritas mengkritisi jalannya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai telah melakukan penyimpangan demokrasi.

Diketahui, sivitas akademika sejumlah kampus ternama di Indonesia menggelar pernyataan sikap. Gerakan ini dimulai dengan pembacaan petisi Bulaksumur oleh civitas akademika Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang terdiri dari guru besar, dosen, mahasiswa, serta alumni, pada Rabu (31/1/2024).

“Kami menyesali tindakan-tindakan menyimpang yang baru saja terjadi di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM),” ujar Prof Koentjoro membacakan petisi.

Sehari setelahnya, sivitas akademika Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta juga membacakan pernyataan sikap yang ditandatangani Rektor UII Yogyakarta Prof Fathul Wahid. Dalam pernyataannya, sivitas akademika UII menyebut Presiden Jokowi hendaknya bersikap netral, adil, dan menjadi pemimpin bagi semua kelompok dan golongan.

"Mendesak Presiden Joko Widodo untuk kembali menjadi teladan dalam etika dan praktik kenegarawanan," demikian pernyataan sikap sivitas akademika UII Yogyakarta.

Sivitas akademika kampus-kampus ternama di Indonesia pun kemudian menyusul membuat petisi atau pernyataan sikap dengan muatan senada. Antara lain, sivitas akademika Universitas Indonesia (UI), Universitas Andalas (Unand) Padang, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Universitas Padjadjaran (Unpad) dan sejumlah kampus lain. Sivitas pada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) juga menyusul melakukan sikap serupa.

“KPU, Bawaslu, DKPP selaku penyelenggara pemilu agar bekerja profesional dan bersungguh-sungguh sesuai peraturan yang berlaku, penyelenggara pemilu senantiasa menjunjung tinggi prinsip independen, transparan, adil, jujur, tidak berpihak, dan teguh menghadapi intervensi pihak mana pun,” kata Ketua Dewan Kehormatan Unhas, Prof. Amran Razak saat membacakan deklarasi bertajuk 'Bergerak untuk Menyelamatkan Demokrasi'.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Seleb
6 hari lalu

Viral Outfit Mata Duitan di Met Gala 2026 ala Sarah Paulson, Ini Fotonya!

Nasional
12 hari lalu

Prabowo Bantah Narasi Indonesia Gelap: Matanya Burem, Kau Kabur Saja Sana ke Yaman 

Nasional
14 hari lalu

Heboh Wacana Penutupan Prodi, Kemendiktisaintek: Itu Opsi Terakhir

Nasional
17 hari lalu

Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Ingatkan Dewanya Negara Demokrasi Itu Kebebasan Berekspresi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal