Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lulusan Membeludak, Kemendiktisaintek akan Tutup Prodi Tak Relevan dengan Industri
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Wacana Penutupan Prodi, Kemendiktisaintek: Itu Opsi Terakhir

Senin, 27 April 2026 - 13:45:00 WIB
Heboh Wacana Penutupan Prodi, Kemendiktisaintek: Itu Opsi Terakhir
Ilustrasi rencana penutupan prodi merupakan opsi terakhir. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan rencana penutupan program studi (prodi) di perguruan tinggi akan dilakukan secara terukur, komprehensif, dan berbasis kajian menyeluruh. Hal ini merespons usai hebohnya wacana tersebut.

Kemdiktisaintek menekankan evaluasi prodi akan mencakup penguatan kurikulum berbasis kompetensi, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan program lintas disiplin, skema major-minor, peningkatan kolaborasi riset, serta penyesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan masa depan.

“Kemdiktisaintek menegaskan bahwa penutupan program studi bukanlah pilihan utama," ujar Plt Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco dalam keterangan tertulis dikutip iNews.id, Senin (27/4/2026).

"Penutupan hanya menjadi opsi terakhir apabila suatu program studi berdasarkan evaluasi menyeluruh tidak lagi memenuhi standar mutu, tidak memiliki keberlanjutan akademik yang memadai, dan tidak dapat lagi dikembangkan melalui langkah-langkah pembinaan atau transformasi,” sambung dia.

Bidang keilmuan dasar, ilmu sosial, humaniora, pendidikan, serta bidang non-terapan tetap memiliki posisi penting dalam arsitektur talenta nasional. Meski begitu, pemerintah tidak memandang pendidikan tinggi secara sempit sebagai penyedia tenaga kerja, melainkan sebagai pusat pengembangan ilmu, inovasi, kebudayaan, kepemimpinan, dan solusi bagi masyarakat.

Kemdiktisaintek mengajak seluruh perguruan tinggi, asosiasi profesi, dunia usaha, pemerintah daerah, serta masyarakat akademik untuk bersama-sama memperkuat mutu dan relevansi pendidikan tinggi Indonesia. 

"Dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, penataan program studi diharapkan menjadi jalan untuk memastikan bonus demografi benar-benar menjadi lompatan kemajuan menuju Indonesia Emas 2045," ucap Badri.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut