Sayangnya, hingga saat ini dia belum memiliki waktu yang pas untuk melaksanakan dua keinginannya itu. “Sempat beberapa kali (mencoba), tapi gagal terus. Belum jodoh,” tuturnya.
Atikoh mengatakan, dia sudah dua kali berkunjung ke Aceh. Kedatangan pertama terjadi sebelum peristiwa bencana alam Tsunami 2004. Sementara kunjungan kedua berlangsung sekarang ini, ketika dia menghadiri Munas Pramuka XI di Banda Aceh.
“Kedatangan ke Aceh selalu untuk kerja,” ujarnya.
Kendati demikian, dia tetap bahagia mengunjungi Aceh. Atikoh bisa mencicipi berbagai macam kuliner khas tanah rencong. Mulai dari kopi sanger, kopi nirapresso, mi aceh, hingga ayam pramugari. Semua hidangan tersebut cocok di lidahnya.
Tidak hanya itu, kala menghadiri gala dinner Munas Pramuka XI, Siti Atikoh pun mencicipi berbagai hidangan Aceh. Mulai dari udeung sabe (teri dengan campuran sambal belimbing wuluh), sambal goreng kentang, bebek masak putih (gulai bebek putih), dan bu kulah (nasi putih yang dibungkus dengan daun pisang).
Ada juga sayur sop, keumamah tumeh (ikan kayu tumis), ayam kecap, udang goreng tepung, dan ayam masak mirah (ayam bumbu merah khas Aceh).