JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun pada semester II 2026 atau Juli ini untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Paket kebijakan tersebut mencakup diskon tarif transportasi, bantuan pangan bagi puluhan juta warga, hingga program magang dan pelatihan kerja.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan, stimulus tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia.
"Pemerintah tidak ingin sekadar mengejar angka di atas kertas, tetapi juga juga memastikan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung secara luas. Oleh karena itu, memasuki paruh kedua tahun 2026, pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi semester II guna mendorong konsumsi masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi," kata Qodari dalam keterangan resminya, Senin (29/6/2026).
Menurut dia, paket stimulus itu dibangun di atas tiga pilar utama. Pilar pertama berupa pemberian insentif transportasi melalui diskon tarif kereta api dan kapal laut, serta pembebasan sebagian komponen biaya pada layanan penyeberangan dan transportasi udara selama masa libur sekolah hingga periode Natal dan Tahun Baru.
"Insentif tersebut diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menciptakan multiplier effect bagi perekonomian," katanya.