JAKARTA, iNews.id - Setengah juta kasus kanker tiroid di dunia ternyata berada di kawasan Asia. Fakta tersebut diungkap Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono yang mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap benjolan di area tiroid tanpa harus panik berlebihan.
Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, Dante memaparkan angka keganasan kanker tiroid secara global mencapai sekitar 820.000 kasus. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya ditemukan di negara-negara Asia.
"Kalau laki-laki ada benjolan, laki-laki lebih banyak terkena kanker dibandingkan dengan populasi wanita. Dari 820.000 angka keganasan kanker tiroid yang ada di seluruh dunia, setengah jutanya ada di populasi Asia," kata Dante, dikutip Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, tingginya angka kasus di Asia menjadi perhatian penting karena kanker tiroid kerap diawali dengan munculnya nodul atau benjolan yang sering kali tidak disadari penderitanya. Bahkan, prevalensi nodul tiroid di masyarakat tergolong cukup tinggi.
Dante menjelaskan, sekitar 60 persen populasi berpotensi memiliki nodul tiroid apabila dilakukan pemeriksaan menggunakan USG. Artinya, keberadaan benjolan pada kelenjar tiroid bukan kondisi yang jarang ditemukan.