JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena inflasi pengamat. Dia mengatakan pengamat di berbagai bidang tidak selalu memiliki latar belakang atau data yang relevan.
Menurut dia, saat ini banyak pihak yang tampil sebagai pengamat, mulai dari bidang pangan hingga militer dan hubungan internasional. Namun, dia menilai sebagian dari mereka menyampaikan data yang tidak sesuai dengan fakta.
“Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri. Pengamat-pengamat itu, datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru,” ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Teddy menilai, sebagian pengamat tersebut bahkan telah lama berupaya memengaruhi opini publik, termasuk sejak sebelum Presiden Prabowo Subianto menjabat.
“Dari sebagian besar, pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha memengaruhi warga, membentuk opini publik. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden. Jadi pengamat-pengamat itu sudah memengaruhi warga,” tutur dia.