Artinya: Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka berita tentang dua putra Adam dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, kemudian diterima dari salah satunya (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti akan membunuhmu.” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa.
Dijelaskan, saat itu Qabil dan Habil diperintahkan oleh Allah SWT untuk berkurban/ Habil seorang peternak ia berkurban domba yang gemuk.
Sedangkan, Qabil seorang petani berkurban hasil pertaniannya yang kurang begitu baik. Allah pun berkenan menerima kurban Habil dan tidak menerima kurban Qabil.
Dari ayat tersebut diketahui sejarah qurban sudah ada sejak zaman Nabi Adam AS. Bahkan, kurban juga dikenal oleh orang-orang Yahudi, sesuai dalam Alquran surat Ali Imran ayat 183
Arab: اَلَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ عَهِدَ اِلَيْنَآ اَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُوْلٍ حَتّٰى يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ ۗ قُلْ قَدْ جَاۤءَكُمْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِيْ بِالْبَيِّنٰتِ وَبِالَّذِيْ قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوْهُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ