Kongres ini dihadiri oleh wakil-wakil dari beberapa organisasi kepemudaan, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks Bond, Jong Celebes, dan Jong Minahasa.
Dalam kongres ini, Mohammad Tabrani menyampaikan pidato penyatuan semangat nasionalisme. Untuk itu, ia mengusulkan PPPI menggabungkan fusi semua organisasi kepemudaan dalam satu badan perhimpunan berasaskan kebangsaan Indonesia.
Sayang, usulan dari kongres tersebut tidak terlaksana karena organisasi kepemudaan masih memiliki sifat kedaerahan yang kuat. Pelaksanaan kongres ini pun melahirkan kesadaran tentang cita-cita persatuan Indonesia dan perlunya bahasa persatuan.
Pada 20 Februari 1927, diadakan pertemuan di Bandung oleh Algemeene Studie Club. Hasil pertemuan adalah pembentukan organisasi pemuda bernama Jong Indonesia.
Melihat hal itu, PPPI segera mewujudkan gagasan fusi terhadap semua organisasi kepemudaan. Dari situ, disetujui adanya Kongres Pemuda II yang diketuai oleh Soegondo Djojopoespito dan wakilnya Djoko Marsaid.