Peristiwa kekalahan tersebut diketahui oleh para pemuda melalui siaran radio BBC (Inggris). Selanjutnya para pemuda tidak membuang-buang waktu untuk segera membicarakan kemerdekaan Indonesia.
Sejarah kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 kemudian dilanjutkan dengan peristiwa Rengasdengklok. Dalam menyikapi kekalahan Jepang atas sekutu, terdapat perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda di mana golongan muda menginginkan proklamasi segera dilaksanakan.
Sedangkan golongan tua menginginkan pelaksanaan proklamasi sesuai dengan janji pemerintah Jepang. Akibat perbedaan pendapat tersebut, akhirnya pada tanggal 16 Agustus 1945 golongan muda membawa Soekarno dan Moh Hatta ke Rengasdengklok.
Tujuan penculikkan ini agar kedua tokoh dari golongan tua tidak terpengaruh oleh pemerintah Jepang di Indonesia. Pada hari yang sama, terjadi pertemuan antara golongan muda dengan golongan tua di Jakarta.
Golongan muda diwakili oleh Wikana, sedangkan golongan tua diwakili oleh Mr Achmad Soebardjo. Selain itu, ada juga Yusuf Kunto dari organisasi PETA (Pembela Tanah Air).