Sayangi Orang di Sekitar Kita, Ikuti Protokol Kesehatan

Kurnia Illahi
Dokter Relawan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Veresa Chintya (kiri) di Media Center Satgas Covid-19. (Foto: BNPB).

Hans, sehari-hari bekerja sebagai perancang perhiasan, juga mengaku dirinya sama sekali tidak mengalami kehilangan indera penciuman dan perasa. Saluran pernapasannya pun normal. Tapi di hari kedua, hari ketiga, dan seterusnya tubuhnya drop.

"Setelah hari kedua dinyatakan positif baru saya kehilangan indra perasa, penciuman, dan napas pendek," kata Hans.

Dokter Relawan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Veresa Chintya mengatakan, sebagai dokter umum dirinya tertarik bergabung dengan tim relawan dokter Covid-19 guna menjadi bagian dari sejarah menangani kasus baru ini meskipun dalam pelaksanaannya banyak hal yang perlu dikorbankan.

Yang paling berat sebagai relawan tenaga medis adalah tidak bisa berkumpul dengan keluarga karena pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 dan berisiko tertular.

"Banyak hal yang menarik saat saya bergabung dengan dokter relawan di RS Darurat Covid-19, terutama bisa berbagi pengalaman menghadapi para pasien positif Covid-19," ungkap dr. Veresa, lulusan fakultas kedokteran dari satu universitas swasta di Jakarta.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Health
5 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
5 hari lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Health
5 hari lalu

Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila

Health
5 hari lalu

Apakah Covid-19 Varian Cicada Mematikan? Cek Faktanya di Sini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal