Sambut Sumpah Pemuda, Satupena Terbitkan Ulang 100 Buku Sejak Era Kolonial

Irfan Ma'ruf
Komunitas Satupena akan menerbitkan kembali 100 buku bersejarah sejak era kolonial. (Foto: Antara)

“Itulah contoh buku fiksi dan non fiksi yang memengaruhi batin, sejarah dan budaya Indonesia. Tapi banyak buku lain yang juga berpengaruh,” kata Denny. 

Lalu di manakah buku- buku itu kini berada? Denny mengatakan, seandainyapun buku itu dijumpai, sangat mungkin susah dibaca insan zaman kini karena berbedanya ejaan dan tata bahasa. 

“Penting kita menghadirkan kembali 100 buku yang berpengaruh dalam sejarah dan budaya Indonesia,” paparnya.

Menurut Denny JA, buku itu diedit kembali sesuai tata bahasa masa kini. Selain itu, buku tersebut juga disediakan dalam bentuk print on demand, dapat dicetak oleh siapapun yang memesan. 

Untuk menentukan buku-buku tersebut, Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) menetapkan beberapa prosedur yakni, 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Semangat Sumpah Pemuda di Era Digital, MNC University Ajak Generasi Muda Terus Berinovasi

57 tahun lalu

Penyiaran Menjaga Api 1928 di Era Digital

57 tahun lalu

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Prabowo: Perjuangan Ini Belum Selesai

57 tahun lalu

Murid Sekolah Rakyat Ikut Upacara Sumpah Pemuda 2025 di Museum BI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal