"Baru dibuka jam 10.00 WIB. Tapi, keluarga kayaknya antusias banget pengen merayakan Iduladha bersama di dalam. Jam 7 tuh udah ada yang antre di depan tadi. Karena pintu belakang kan ditutup, jadi harus lewat pintu depan," kata Silviana saat ditemui, Rabu (27/5/2026).
Silviana mengaku tak pernah absen menjenguk suaminya pada momen hari raya sejak Noel ditahan. Menurutnya, waktu kunjungan saat Iduladha dimanfaatkan betul untuk berkumpul bersama keluarga.
"Yang sebelumnya kan cuma 2 jam, tapi kemarin dapet informasi terbaru ditambah satu jam. Dari harusnya kan jam 10 sampai jam 12, tapi kemarin aku liat di grup WhatsApp juga ada jam 10 sampai jam 1 siang. Ada penambahan jam lah jadi 3 jam," ucap Silviana.
Dalam kunjungan kali ini, Silviana juga membawakan bekal makanan untuk suaminya. Dia memilih nasi kebuli agar suasana Iduladha lebih terasa.
"Hari ini ada sih (bawa makanan). Dari panitia kan sudah kompromi gitu ya, jadi ada nasi kebuli. Karena ini hari Idul Adha jadi nasi kebuli, kan ciri khasnya kambing ya. Terus ada pastel, gorengan, terus ada minumannya es kelapa," kata dia.
Selain berharap dapat merayakan Iduladha bersama keluarga, Silviana juga berharap hakim dapat memutus perkara suaminya dengan adil. Meski demikian, dia menegaskan keluarganya akan tetap menghormati proses hukum yang berjalan.
"Kalau penginnya sih bebas ya. Ini kan ya keinginan seorang istri dan keluargalah. Tapi kalau emang nggak ini mah ya udah kita patuh dengan hukum yang berlakulah ya," ujarnya.