Rupiah Dibuka Anjlok ke Rp17.614 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Anggie Ariesta
Nilai tukar Rupiah anjlok 84 poin atau minus 0,48 persen ke posisi Rp17.614 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, Jumat (15/5/2026). (Foto: Aldhi Chandra/IMG)

Meski ada optimisme, pelaku pasar cenderung bersikap waspada karena belum ada pernyataan resmi dari hasil pembicaraan kedua pemimpin tersebut.

Selain faktor pertemuan AS-China, ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan mata uang. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menyoroti rapuhnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran pasar global.

“Teheran juga menekankan kedaulatan atas Selat Hormuz, yang menangani sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair global,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Berdasarkan dinamika eksternal tersebut, Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada sesi perdagangan hari ini. Ibrahim memperkirakan posisi penutupan akan berada pada rentang harga yang cukup lebar.

Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.520-Rp17.580 per dolar AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Purbaya Ikut Jaga Rupiah Lewat Surat Utang, Akui Prosesnya Perlu Waktu

Nasional
2 hari lalu

Purbaya Siap Bantu BI Stabilkan Rupiah Lewat Bond Market

Nasional
2 hari lalu

BI Tegaskan Fundamental Makro Ekonomi Solid, Optimistis Rupiah Kembali Menguat

Nasional
2 hari lalu

BI Musnahkan 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Hasil Temuan 2017-2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal