Rupiah Anjlok ke Rp17.500 per Dolar AS imbas Ketegangan di Selat Hormuz hingga Badai PHK

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke level Rp17.500 pada Selasa (12/5/2026). (Foto: iNews.id)

Meski pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 tercatat cukup tinggi di angka 5,61 persen, Ibrahim menilai hal tersebut tidak cukup kuat untuk menyokong rupiah. Pasalnya, pertumbuhan tersebut lebih banyak ditopang oleh konsumsi dan belanja negara, bukan investasi produktif.

Ia juga menyoroti ancaman nyata di sektor riil, yakni gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang mulai masif.

"Sejak di bulan Januari sampai bulan April tahun 2026 sudah 40 ribu buruh baik di padat karya seperti manufaktur, tekstil dan garmen serta elektronik ini sudah terkena PHK. Ada kemungkinan besar bahwa beberapa bulan ke depan PHK akan kembali meningkat yang cukup signifikan," paparnya.

Struktur tenaga kerja Indonesia yang didominasi oleh 87,74 juta pekerja sektor informal juga menambah kerentanan ekonomi. 

Selain itu, pasar saat ini tengah mengantisipasi pengumuman dari MSCI terkait kemungkinan penurunan peringkat saham dan indeks Indonesia dalam tiga hari ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Indonesia (BI) belum memberikan keterangan resmi atau respons terkait jebolnya nilai tukar Rupiah ke level Rp17.500 tersebut. 

Belum ada pernyataan mengenai langkah intervensi pasar atau kebijakan moneter terbaru guna meredam volatilitas nilai tukar yang terus merosot sejak awal pekan ini.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
5 jam lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp17.529 per Dolar AS

Nasional
7 jam lalu

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Puan Minta BI Jaga Stabilitas: Jangan Buat RI jadi Terpuruk

Internasional
17 jam lalu

Perusahaan Migas Raup Untung Besar Berkat Perang AS-Iran

Internasional
1 hari lalu

Harga Minyak Mentah Melonjak usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal