RS Militer Diduga Tolak Autopsi Jenazah Prada Lucky, TNI AD Buka Suara

Danandaya Arya Putra
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana. (Foto: Danandaya Arya Putra)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana buka suara terkait dugaan penolakan dari rumah sakit (RS) militer untuk melakukan autopsi jenazahPrada Lucky Chepril Saputra Namo. Wahyu menyebut hal tersebut merupakan kendala teknis karena tak semua RS memiliki alat yang memadai.

"Itu dasarnya adalah teknis. Jadi rumah sakit militer di sekitar tempat kejadian itu tentu punya keterbatasan," kata Wahyu kepada wartawan, Senin (11/8/2025).

Dikarenakan RS pertama tidak bisa melakukan autopsi, kata Wahyu, pihaknya tetap membantu mencarikan rumah sakit yang peralatannya memadai.

"Tetapi pada prinsipnya kita bantu, kita laksanakan langkah pada rumah sakit lain sebagai solusi untuk mengatasi autopsi yang pertama dan kedua belum bisa terjadi atau belum bisa dilaksanakan," tuturnya.

Diketahui, sebanyak 20 prajurit ditetapkan sebagai tersangka atas kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Korban tewas diduga akibat dianiaya oleh seniornya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Komisi I DPR Soroti Kasus Prada Lucky Tewas Dianiaya: Komandannya Ikut Juga, Gila!

57 tahun lalu

Ada Perwira Jadi Tersangka Kasus Kematian Prada Lucky, Ini Perannya

57 tahun lalu

Selain Prada Lucky, Ternyata Ada Korban Lain yang Dianiaya Prajurit Senior

57 tahun lalu

Terungkap! Alasan Prajurit TNI Prada Lucky Dianiaya Para Senior hingga Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal