Romahurmuziy Desak Operasi Penggelembungan Suara PSI Dihentikan

Felldy Aslya Utama
Ketua Majelis Pertimbangan PPP M Romahurmuziy mendesak operasi penggelembungan suara PSI pada Pemilu 2024 dihentikan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy mendesak operasi penggelembungan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2024 dapat dihentikan. Dia mengaku mendengar ada kabar operasi pemenangan yang dilakukan aparat dengan menargetkan penyelenggara pemilu agar PSI memperoleh 50.000 suara di tiap kabupaten/kota di Pulau Jawa, dan 20.000 di luar Pulau Jawa. 

Pria yang akrab disapa Romy itu mengatakan, operasi itu dilakukan dengan menggunakan dan membiayai jejaring ormas kepemudaan tertentu yang pernah dipimpin salah seorang menteri untuk memobilisasi suara PSI. 

“Setidaknya itu yang saya dengar dari salah satu aktivisnya, yang diberikan pembiayaan langsung oleh aparat sebelum pemilu. Namun hal ini sepertinya tidak berjalan dengan mulus sehingga perolehan berdasarkan quick count (QC) jauh di bawah harapan lolos parliamentary threshold (PT),” kata Romy dalam keterangannya, Minggu (3/3/2024).

Dia mengatakan, akurasi QC menurut pimpinan lembaga-lembaga survei senior adalah plus-minus 1 persen, sehingga untuk lolos PT 4 persen dibutuhkan setidaknya angka QC lebih dari 3 persen. Artinya, kalau sebuah partai mendapat QC 3 persen, dalam real count dapat dibenarkan jika mendapat 4 persen, atau bisa juga sebaliknya bisa dibenarkan jika hanya mendapat 2 persen. Sedangkan angka di seluruh lembaga survei, QC PSI tertinggi kurang dari 2,95 persen.

Belakangan setelah pencoblosan, Romy kembali mendapat informasi ada upaya pelolosan PSI ke parlemen dengan 2 modus yakni memindahkan suara partai yang jauh lebih kecil dan jauh dari lolos PT kepada coblos gambar partai tersebut dan atau memindahkan suara tidak sah menjadi coblos gambar partai tersebut.

“Setelah melihat Sirekap beberapa hari terakhir, mulai muncul keanehan-keanehan yang disinyalir oleh beberapa surveyor seperti Prof Burhan Muhtadi dan Yunarto Wijaya,” ujarnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Projo Tegaskan Rencana Jokowi Keliling Indonesia Bukan untuk Pilpres 2029

57 tahun lalu

Mahfud MD Usul Ambang Batas Parlemen Dihapus, Soroti 17 Juta Suara Pemilu 2024 Terbuang

57 tahun lalu

Ade Armando Resmi Mundur dari PSI, Tak Ingin Partai Terseret Polemik dengan JK

57 tahun lalu

Dilaporkan 40 Ormas Islam ke Polisi, Ade Armando: Saya Enggak Bersalah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal