Tapi, setelah pandemi Covid-19, ekspor terhenti. Saat ini, pemerintah tengah berupaya memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan agar ekspor patin ke Arab Saudi bisa kembali dilakukan.
"Kita akan mencoba masuk lagi, ternyata ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Mudah-mudahan syarat-syarat ini segera bisa selesai sehingga kita bisa melakukan ekspor patin lagi ke Arab Saudi sana," sebutnya.
Machmud memperkirakan kebutuhan ikan patin untuk sekitar 200.000 jemaah haji Indonesia bisa mencapai 700 ton per musim haji. Sementara untuk kebutuhan umrah, potensinya dinilai lebih besar lagi, tergantung pada rotasi menu yang ditetapkan penyedia katering di Arab Saudi.
"Kalau untuk hajian itu kurang lebih, kalau kemarin ya sekitar 200.000 jemaah itu kita diminta sekitar 600 sampai 700 ton ya itu. Tapi kalau misalkan untuk umrah itu akan lebih besar lagi. Jadi tergantung dari menunya karena menu itu kan bergiliran tidak hanya ikan terus," kata Machmud.