Menurutnya, kesepakatan dagang dengan AS termasuk pembelian migas menjadi satu kesatuan diplomasi ekonomi dalam upaya kesepakatan tarif kedua belah negara.
"Yang jelas ini sesuai dengan kesepakatan yang sudah dilakukan dengan AS dalam rangka menyeimbangkan tarif perdagangan kedua belah pihak dan akhirnya kami harus bersepakat membeli BBM dari Amerika," ucap Anggia saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (20/2/2026).
Anggia menegaskan pemerintah tetap menjalankan agenda jangka panjang untuk menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM). Dia memastikan komitmen Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menyetop impor solar mulai tahun ini dan bensin serta avtur mulai tahun depan tetap berjalan.
“Ini satu hal yang berbeda karena kesepakatan untuk perdagangan antara kita dengan Amerika,” katanya.