“Masalah pembiayaan tidak mengganggu APBN. Ini murni dari investasi, investasi swasta. Tidak ada mengganggu APBN. Sekarang sudah keuangan negara sedang begini masa dipaksa membangun bandara? Nanti jadi diskusi liar, nanti di masyarakat," ujar Cokorda.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, Mapparessa menyebut kedatangan para raja dan sultan ke Istana untuk menyampaikan tuntutan tersebut merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Kita datang untuk menagih janji, untuk itu kami dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara yang terdiri dari raja, sultan, para penerus, termasuk juga para ketua ketua lembaga adat yang berada di bawah raja, kesultanan, sangat mendukung apa yang menjadi program pemerintah khususnya Bapak Presiden,” kata Mapparessa.
Dia berharap, pemerintah segera merealisasikan pembangunan Bandara Bali Utara sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Oleh karena itu, kenapa kami ke sini? Seingat saya belum pernah terjadi raja, sultan datang ke Istana menagih janji. Kita mendukung program pemerintah memajukan kesejahteraan umum, kalau bandara ini terwujud insyaAllah allah menurunkan berkahnya kepada negara yang kita cintai ini,” ucapnya.