Puting Beliung 964 Kali Terjang Indonesia dari Januari-Oktober 2019, 16 Orang Tewas

Aditya Pratama
Angin puting beliung menerjang Perairan Batam, Kepulauan Riau, Selasa (8/10/2019). BNPB mencatat bencana angin kencang ini 964 kali menerjang Indonesia sepanjang Januari-Oktober 2019. (Foto: Antara/MN Kanwa).

Banjir di Desa Blang Luah, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat, Aceh, Kamis (24/10/2019). (Foto: Antara/Syifa Yulinnas).

Agus mengungkapkan, masyarakat dapat mengenali tanda-tanda akan terjadinya fenomena puting beliung, seperti udara panas pada malam hingga pagi, terlihat pertumbuhan awan cumulus, serta hembusan udara dingin.

Pada awan tadi, pada pagi hari tampak di antara awan, jenis awan lain yang terbatas tepi dan sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Lalu awan kumulus akan berubah warna secara cepat.

Bencana hidrometeorologi lain yang terjadi yaitu banjir, tanah longsor dan kekeringan. BNPB mencatat 673 kali banjir, 631 longsor dan 121 kekeringan.

”Banjir mengakibatkan korban meninggal 254 jiwa dan hilang 101, sedangkan tanah longsor mengakibatkan korban meninggal 108 dan hilang 6. Meskipun kekeringan tidak mengakibatkan korban dan kerusakan, tetapi jumlah populasi yang terdampak tertinggi pada jenis bencana ini yaitu lebih dari 3,8 juta,” ujarnya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
10 jam lalu

Gempa Terkini M5,6 Guncang Gayo Lues Aceh, Berpusat di Darat

3 hari lalu

Gempa M5,0 Guncang Sukabumi, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

3 hari lalu

Karhutla di Indonesia Capai 107.465 Hektare, Kalbar Paling Luas Terdampak

4 hari lalu

BNPB Segera Bangun 238 Huntap untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal