"Kalau nonmigas itu masih Januari, Mei itu masih positif 16 miliar dolar AS. Yang migas negatif 12 miliar dolar AS. Dia ngomong bulan-bulan Mei aja kan ya. Kalau kita liat year-to-date Januari, Mei itu migasnya memang yang negatif 12 dolar AS. Nonmigasnya positif 16 miliar dolar AS. Totalnya masih positif 4 miliar dolar AS," sebutnya.
Menurut Purbaya, pelebaran defisit migas disebabkan tingginya harga minyak yang mendorong nilai impor migas meningkat. Ia optimistis kondisi tersebut akan berangsur membaik apabila harga minyak kembali stabil.
"Jadi kenaikannya betul saya duga tadi. Karena migas yang defisit membesar karena harga minyak-minyak yang tinggi. Jadi harusnya nanti akan terkendali ke depan," pungkasnya.