Terkait sumber pendanaan, Purbaya menyebut pemerintah memiliki fleksibilitas fiskal. Dia tidak menampik adanya kemungkinan pemanfaatan cadangan negara atau pengalihan dari pos lain yang memungkinkan.
“Ada kemungkinan dari situ (anggaran Makan Bergizi Gratis yang dipotong), ada kemungkinan dari tempat lain. Tapi cukuplah nggak banyak-banyak banget kalau nggak salah anggarannya,” kata dia.
Ide gentengisasi ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan meningkatkan kualitas hunian sekaligus estetika bangunan di berbagai daerah. Penggunaan seng dinilai memiliki kekurangan, seperti suhu ruangan yang menjadi lebih panas dan suara bising yang ditimbulkan saat hujan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini masih terdapat sekitar 31,48 persen atau sekitar 22,2 juta rumah tangga yang menggunakan seng.
Sementara itu, mayoritas rumah tangga di Indonesia (57,93 persen) sudah menggunakan genteng sebagai pelindung utama hunian mereka.
Pemerintah saat ini masih terus mematangkan perhitungan final agar program ini dapat berjalan efisien tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.