Purbaya soal Prabowo Bilang Warga Desa Tak Pakai Dolar: untuk Hibur Rakyat

Anggie Ariesta
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Arif Julianto)

Secara khusus, Purbaya mematahkan analisis dari beberapa pengamat dan media asing seperti The Economist yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia rapuh karena hanya disokong oleh belanja masif pemerintah (government spending). 

Purbaya kemudian memaparkan rincian kontribusi pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I-2026 yang tumbuh solid di level 5,6 persen.

"Kalau kita lihat dengan pangsanya, sebenarnya kalau lihat dari 5,6 itu, mungkin 2,9 dari belanja konsumen, 1,7 dari investasi, 1,3 itu dari belanja pemerintah. Jumlahnya nanti ke arah 6 sana, ada juga ekspor-impor ya. Jadi gitu caranya. Jadi yang men-drive dan memberi kontribusi menyumbang terbesar ke pertumbuhan adalah belanja masyarakat, artinya daya belinya masih cukup bagus. Jadi jangan khawatir," kata Purbaya.

Lebih lanjut, dia menegaskan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia kini jauh lebih seimbang. Reformasi struktural yang diinisiasi oleh Prabowo dinilai berhasil mengaktifkan kembali peran sektor swasta nasional sebelum terjadinya guncangan ekonomi dari eksternal (negative shock global).

"Strategi kita bukan hanya belanja pemerintah, tapi kita juga mengaktifkan sektor swasta. Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5.6 (persen) triwulan pertama karena swasta juga mulai bergerak bukan hanya government aja," jelasnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

Dikritik DPR gegara Rupiah Terus Melemah, Gubernur BI: Juli-Agustus Akan Menguat!

Nasional
7 jam lalu

Prabowo Panggil Purbaya hingga Gubernur BI ke Istana, Bahas Rupiah yang Terus Melemah?

Nasional
7 jam lalu

Rupiah Melemah, Purbaya Tegaskan Kondisi RI Tak Seperti Krisis 1998

Nasional
9 jam lalu

Komisi XI DPR Cecar BI soal Rupiah Melemah di tengah Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal