"Pertama jadi Menteri ya... Lebih berat daripada biasanya. Kalau malam santai aja masih mikir gitu. Kadang-kadang susah tidur. Tapi lebih senang. Bonus lebih banyak," ungkapnya.
Di sela kesibukannya, Purbaya menyempatkan diri bersantai dengan keluarga, bahkan sempat melakukan siaran langsung di media sosial.
"Semalam live TikTok sama anak saya, saya main sama dia lah," ujarnya.
Selama bulan Ramadan, Purbaya tercatat melakukan dua kali peninjauan pasar, yakni ke Pasar Tanah Abang di Jakarta dan Pasar Beringharjo di Yogyakarta. Ia mengapresiasi kualitas produk domestik yang dinilainya kompetitif dan diminati banyak pembeli.
Namun, di balik ramainya transaksi, Purbaya menemukan fakta bahwa masih banyak pedagang kecil yang tercekik utang masa lalu akibat pandemi.
"Cuma di sana tetap saja ada keluhan, waktu datang ke sana tuh ada korban Covid-19. Banyak waktu Covid-19 utangnya harus direstrukturisasi, tapi bunganya masih besar. Dia bilang tiap bulan tuh bayarannya besar. Jadi dia minta bantuan," jelas Purbaya.
Sebagai tindak lanjut, Menkeu tengah menyiapkan skema bantuan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk meringankan beban para pedagang pasar tersebut.
"Saya lagi mikir bisa nggak PIP restrukturisasi hutang mereka dengan bunga yang lebih panjang, dan bunga yang lebih rendah. Dan saya udah ngomong sama PIP. Saya pikir nanti kalau udah siap, saya akan bekerja lagi ketemu orang-orang itu," pungkasnya.