Kedua, pemerintah menginjeksikan tambahan likuiditas baru sebesar Rp100 triliun dengan tenor jangka pendek berdurasi tiga hingga empat bulan.
Ketiga, Kemenkeu menyiapkan bantalan dana fleksibel (flexible fund) senilai Rp100 triliun yang sewaktu-waktu dapat dicairkan menyesuaikan dinamika kebutuhan modal perbankan.
Melalui guyuran modal SAL komprehensif ini, Purbaya optimistis makro perbankan Tanah Air akan kembali berada dalam posisi yang sangat longgar. Melimpahnya tangki likuiditas ini diharapkan mampu menekan tingkat suku bunga di pasar, sehingga perbankan dapat memacu fungsi intermediasi penyaluran kredit secara lebih agresif kepada sektor riil.
“Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita, jadi harusnya bunga di pasar akan turun, ekonomi siap lari lagi,” kata Purbaya.