"Jadi, kita masih lumayan. Jadi bukan lihat level (kursnya) saja, tetapi kita lihat seberapa besar dampak pelemahannya. Dari situ, posisi kita masih lumayan," tegas Purbaya.
Eks Ketua Dewan Komisioner LPS ini juga sempat menceritakan pengalamannya menghadapi kritik tajam dari masyarakat di dunia maya terkait pergerakan nilai tukar.
"Walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang, katanya, 'Hey Pak Purbaya, menteri keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin,' tapi kita menilai harus dengan fair (adil). Apa yang terjadi harus dibandingkan juga dengan kondisi seluruh negara di dunia seperti apa," ungkap dia.
Meskipun sempat dibuka melemah ke posisi Rp17.001 per dolar AS pada Senin (9/3/2026), rupiah terbukti mampu kembali menguat. Pada Selasa (10/3/2026), nilai tukar ditutup perkasa di level Rp16.864 per dolar AS (menguat 0,50 persen).
Purbaya menekankan bahwa kepercayaan investor global tetap terjaga karena koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid di tanah air.
"Kita masih oke, artinya kita masih dianggap mampu menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik, serta fondasi ekonomi kita yang tangguh," pungkasnya.