JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku dimaki-maki warga TikTok karena nilai tukar rupiah menembus Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Ia pun menegaskan bahwa kondisi nilai tukar domestik masih dalam batas yang terkendali.
Purbaya menjelaskan bahwa pelemahan rupiah merupakan dampak dari tren penguatan dolar AS secara global, namun posisi Indonesia diklaim masih memiliki daya tahan yang kuat.
"Rupiah terdepresiasi secara moderat, sejalan dengan penguatan dolar AS global dan relatif lebih baik dibandingkan banyak negara peer (sebanding). Ini mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia serta koordinasi fiskal-moneter yang kuat," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan data paparan Purbaya, rupiah hanya mengalami depresiasi sebesar 0,3 persen sejak rudal diluncurkan ke Iran pada 28 Februari 2026. Angka ini dinilai jauh lebih stabil jika dibandingkan dengan mata uang negara tetangga di Asia Tenggara pada periode yang sama.
Sebagai perbandingan, Ringgit Malaysia melemah 0,5 persen dan Baht Thailand terdepresiasi lebih dalam hingga 1,6 persen.